Menyelaraskan Standar Keuangan: Pengertian Lengkap, Sejarah, dan Jenis PSAK di Indonesia
Dalam mengelola keuangan sebuah badan usaha, menyusun laporan keuangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan berdasarkan selera masing-masing akuntan. Tanpa adanya aturan yang seragam, laporan keuangan suatu perusahaan akan sulit dibandingkan dengan perusahaan lain, dan tingkat transparansinya akan dipertanyakan oleh investor maupun regulator.
Di Indonesia, acuan baku yang mengikat dan mengatur keseragaman laporan keuangan tersebut dikenal dengan istilah PSAK.
Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai apa itu PSAK, bagaimana sejarah perkembangannya di tanah air, serta apa saja jenis-jenisnya yang berlaku saat ini.
Baca juga: Accurate desktop Offline
Pengertian Lengkap PSAK
PSAK adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Secara definisi, PSAK adalah sekumpulan prosedur, metode, tata cara, dan pedoman resmi yang mengatur bagaimana sebuah transaksi keuangan harus diidentifikasi, diukur, dicatat, disajikan, dan diungkapkan dalam laporan keuangan sebuah entitas bisnis di Indonesia.
PSAK disusun, diterbitkan, dan diperbarui secara berkala oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), sebuah badan otonom di bawah naungan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Bagi perusahaan-perusahaan tertentu—terutama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (perusahaan publik), perbankan, dan asuransi—mematuhi PSAK adalah sebuah kewajiban hukum yang mutlak guna menjamin akuntabilitas di mata publik.
Baca juga: Accurate Makassar
Sejarah Perkembangan PSAK di Indonesia
Penyusunan standar akuntansi di Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang seiring dengan perkembangan ekonomi nasional:
-
Masa Pra-1973: Indonesia belum memiliki standar akuntansi orisinal. Praktik akuntansi di tanah air sebagian besar masih mengadopsi sistem peninggalan kolonial Belanda (Sound Business Practices).
-
Tahun 1973 (Kelahiran PAI): Menjelang diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, IAI untuk pertama kalinya mengodifikasi standar akuntansi yang diberi nama Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).
-
Tahun 1984: IAI melakukan revisi total terhadap PAI 1973 untuk menyelaraskannya dengan perkembangan bisnis dan mengadopsi beberapa prinsip akuntansi dari Amerika Serikat (US GAAP).
-
Tahun 1994 (Lahirnya PSAK): IAI melakukan perombakan besar-besaran dengan mengubah nama PAI menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Sejak tahun ini, standar akuntansi Indonesia mulai berkiblat pada standar internasional (International Accounting Standards / IAS).
-
Era Konvergensi IFRS: Untuk mempermudah investasi asing masuk ke Indonesia, IAI meluncurkan program konvergensi PSAK ke IFRS (International Financial Reporting Standards) secara bertahap. Hingga saat ini, regulasi keuangan Indonesia terus diperbarui agar selaras dengan standar global mutakhir.
Baca juga: 5 Rahasia umkm tembus pasar internasional tahun ini
Jenis-Jenis Standar Akuntansi (Pilar SAK) di Indonesia
Seiring berjalannya waktu, karakteristik dunia usaha di Indonesia makin beragam. Tidak adil rasanya jika sebuah toko kelontong atau UMKM lokal diwajibkan menggunakan standar akuntansi yang sama rumitnya dengan bank multinasional.
Oleh karena itu, IAI membagi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) ke dalam beberapa pilar utama sesuai dengan skala dan jenis institusinya:
Baca juga: Accurate Kalimantan
1. SAK Internasional (Dahulu PSAK Berbasis IFRS)
Ini adalah standar akuntansi kasta tertinggi di Indonesia. Ditujukan untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan, seperti perusahaan terbuka (Tbk), perusahaan yang terdaftar di bursa efek, lembaga keuangan, dan BUMN besar. Standar ini sangat kompleks dan menuntut pengungkapan data yang sangat detail.
2. SAK Indonesia (Dahulu SAK ETAP / SAK EP)
Merupakan penyederhanaan dari PSAK reguler. Diperuntukkan bagi entitas privat yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan, namun skala bisnisnya sudah cukup besar (menengah ke atas) dan membutuhkan laporan keuangan untuk keperluan eksternal, seperti mengajukan kredit skala besar ke perbankan.
Baca juga: Accurate Kalimantan
3. SAK Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM)
Ini adalah standar yang dirancang khusus untuk memayungi para pelaku UMKM di Indonesia. SAK EMKM sangat sederhana dan fleksibel karena berbasis pada metode kas dan akrual mendasar, sehingga memudahkan pemilik usaha kecil yang belum memiliki akuntan profesional untuk tetap bisa menyusun laporan keuangan yang valid.
4. SAK Syariah
Standar akuntansi yang disusun khusus untuk lembaga atau transaksi yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah Islam. Standar ini digunakan oleh Bank Syariah, Asuransi Syariah, Pegadaian Syariah, dan badan usaha lain yang mengimplementasikan akad-akad syariah (seperti Mudharabah, Murabahah, dll).
Baca juga: Harga Accurate Online
5. SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)
Standar ini diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) dan digunakan khusus oleh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
Mengapa Pelaku Usaha (UMKM) Perlu Mengenal SAK EMKM?
Banyak pemilik usaha kecil menganggap PSAK adalah urusan korporasi besar. Padahal, melalui SAK EMKM, pemerintah dan IAI memberikan karpet merah bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.
Dengan menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar SAK EMKM (yang memuat laporan laba rugi, neraca, dan catatan atas laporan keuangan), bisnis Anda akan dipandang memiliki kredibilitas tinggi. Dampak positifnya, akses permodalan ke bank atau lembaga pembiayaan formal akan terbuka jauh lebih lebar.
Baca juga: Harga Accurate Online
Mudahnya Menerapkan Standar Akuntansi dengan Teknologi Modern
Meskipun sudah ada klasifikasi SAK EMKM yang lebih sederhana untuk UMKM, mencocokkan setiap transaksi harian agar sesuai dengan kaidah akuntansi baku tetap memerlukan ketelitian ekstra jika dikerjakan secara manual di atas kertas.
Solusi paling efisien di era digital ini adalah dengan memanfaatkan Aplikasi Akuntansi Modern.
Aplikasi akuntansi masa kini umumnya sudah dirancang dan disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. Cukup dengan menginput aktivitas penjualan, pembelian, dan biaya operasional sehari-hari, sistem aplikasi akan secara otomatis mengolah data tersebut menjadi laporan laba rugi dan neraca yang rapi, valid, serta comply (patuh) dengan standar akuntansi nasional.
Kesimpulan
Memahami bahwa PSAK adalah kompas utama dalam pelaporan keuangan akan mengubah cara Anda memandang pembukuan bisnis. Dari sejarahnya yang panjang hingga pembagian jenisnya saat ini, semua ditujukan untuk menciptakan iklim bisnis Indonesia yang transparan dan akuntabel. Pilih pilar SAK yang sesuai dengan skala bisnis Anda, dan manfaatkan teknologi agar penerapannya berjalan mudah demi kemajuan usaha Anda.





Leave A Comment