Mengapa Bisnis Anda Harus Beralih? Pengertian, Manfaat, Contoh, serta Keuntungan Memakai Metode Akrual
Dalam dunia akuntansi dan pencatatan keuangan bisnis, terdapat dua pilar metode pencatatan yang paling sering digunakan: Metode Kas (Cash Basis) dan Metode Akrual (Accrual Basis).
Banyak UMKM memulai bisnis mereka dengan metode kas karena dinilai sederhana—transaksi baru dicatat ketika uang tunai benar-benar berpindah tangan. Namun, seiring berkembangnya usaha, metode kas sering kali gagal menyajikan gambaran keuangan yang akurat. Di sinilah metode akrual menjadi sangat krusial.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian, manfaat, contoh, serta berbagai keuntungan memakai metode akrual untuk keberlanjutan bisnis Anda.
Baca juga: Accurate kendari
Pengertian Metode Akrual (Accrual Basis)
Metode Akrual adalah metode pencatatan akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui serta dicatat pada saat transaksi itu terjadi, bukan pada saat uang tunai diterima atau dikeluarkan.
-
Pendapatan Akrual: Anda mencatat penjualan saat barang dikirim atau jasa selesai diberikan kepada pelanggan, meskipun pelanggan tersebut baru akan membayar bulan depan (piutang).
-
Beban Akrual: Anda mencatat biaya operasional saat Anda menikmati manfaatnya atau menerima tagihan, meskipun Anda baru akan melunasinya di kemudian hari (utang/beban yang masih harus dibayar).
Baca juga: Pindah dari excel ke Accurate online apa yang perlu anda siapkan?
Contoh Penerapan Metode Akrual dalam Bisnis
Untuk lebih memahami perbedaannya dengan metode kas, mari perhatikan dua skenario contoh di bawah ini:
Contoh 1: Pencatatan Pendapatan (Penjualan Kredit)
Pada tanggal 15 Mei, toko grosir Anda mengirimkan barang pesanan pelanggan senilai Rp10.000.000 dengan perjanjian pembayaran jatuh tempo dalam 30 hari (Syarat Net 30). Pelanggan baru mentransfer uang pada tanggal 15 Juni.
-
Metode Kas: Transaksi Rp10.000.000 baru dicatat pada tanggal 15 Juni (saat uang masuk bank).
-
Metode Akrual: Transaksi Rp10.000.000 langsung dicatat pada tanggal 15 Mei sebagai Pendapatan Penjualan dan Piutang Usaha, karena hak atas barang sudah berpindah tangan pada bulan Mei.
Baca juga: Accurate Palangkaraya
Contoh 2: Pencatatan Beban (Biaya Operasional)
Anda menyewa ruko untuk operasional bisnis sebesar Rp12.000.000 untuk masa kontrak 1 tahun (Januari hingga Desember). Anda membayar lunas seluruhnya di muka pada bulan Januari.
-
Metode Kas: Di bulan Januari, laporan Anda langsung boncos karena mencatat beban sekaligus sebesar Rp12.000.000, sedangkan di bulan Februari–Desember beban sewanya tercatat Rp0.
-
Metode Akrual: Pengeluaran tersebut disusutkan secara adil. Setiap bulan dari Januari hingga Desember, laporan laba rugi Anda akan mencatat Beban Sewa sebesar Rp1.000.000/bulan, sehingga pengeluaran selaras dengan manfaat ruko yang digunakan setiap bulannya.
Baca juga: Accurate Banjarmasin
Keuntungan Memakai Metode Akrual
Mengapa standar akuntansi keuangan (SAK) mewajibkan perusahaan besar menggunakan metode ini? Berikut adalah keuntungan utama yang akan dinikmati bisnis Anda:
-
Laporan Keuangan yang Lebih Akurat Metode akrual mencocokkan antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut pada periode yang sama (Matching Principle). Hasilnya, laporan laba rugi mencerminkan kinerja bisnis yang sesungguhnya.
-
Mempermudah Perencanaan Strategis (Peramalan) Karena piutang masa depan dan utang yang harus dibayar tercatat dengan rapi, Anda bisa memprediksi tren penjualan, profitabilitas, serta kewajiban keuangan di bulan-bulan mendatang secara lebih matang.
-
Meningkatkan Kredibilitas di Mata Investor dan Bank Pihak eksternal seperti perbankan atau investor membutuhkan laporan keuangan berbasis akrual untuk menilai kelayakan kredit dan kesehatan bisnis Anda sebelum memberikan suntikan modal.
Baca juga: Accurate Kutai
Manfaat Metode Akrual bagi Skala UMKM
Bagi bisnis berskala UMKM, beralih ke metode akrual memberikan manfaat operasional yang nyata, antara lain:
-
Kontrol Piutang yang Lebih Ketat: Anda tidak akan melupakan tagihan pelanggan yang belum dibayar karena semuanya terjadwal di dalam sistem piutang usaha.
-
Manajemen Utang yang Teratur: Membantu meminimalkan risiko denda akibat keterlambatan pembayaran tagihan kepada supplier.
-
Penilaian Aset Nyata: Membantu menghitung penyusutan (depreciation) aset produktif seperti komputer, kendaraan operasional, atau mesin produksi, sehingga nilai aset di neraca tetap realistis.
Baca juga: Accurate Bontang
Tantangan Metode Akrual dan Solusi Mudahnya
Tantangan terbesar dari metode akrual adalah kompleksitasnya. Anda harus melakukan penjurnalan ganda, mencatat akun penyesuaian, dan memantau arus kas secara terpisah (karena profit di atas kertas belum tentu berbentuk uang tunai di bank).
Jika dilakukan secara manual di buku kas atau spreadsheet, metode ini tentu sangat menguras waktu dan rentan salah hitung.
Solusi paling praktis untuk UMKM modern adalah dengan menggunakan Aplikasi Akuntansi Online.
Dengan bantuan software akuntansi, sistem akrual akan berjalan secara otomatis di latar belakang. Saat Anda membuat faktur penjualan (invois) atau memasukkan tagihan pembelian, aplikasi akan langsung menjurnal dan memperbarui laporan laba rugi serta neraca Anda secara real-time. Anda tetap mendapatkan akurasi metode akrual dengan kemudahan operasional layaknya metode kas.
Baca juga: Accurate Bontang
Kesimpulan
Memahami pengertian, manfaat, contoh, serta keuntungan memakai metode akrual adalah langkah awal yang bijak untuk membawa bisnis Anda naik kelas. Dengan beralih dari metode pencatatan kas ke akrual, Anda tidak lagi menebak-nebak kondisi keuangan usaha, melainkan memimpin bisnis berdasarkan data yang akurat dan profesional.





Leave A Comment