Mengenal Lebih Jauh Pengertian Bill of Material dan Cara Membuatnya dalam Bisnis Manufaktur
Bagi Anda yang menjalankan bisnis di industri manufaktur, kuliner, kerajinan tangan, atau usaha apa pun yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, presisi adalah kunci keuntungan. Salah satu tantangan terbesar dalam proses produksi adalah memastikan tidak ada bahan baku yang terbuang (waste), kekurangan stok di tengah jalan, atau salah menghitung Harga Pokok Produksi (HPP).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, ada satu dokumen wajib yang menjadi resep utama operasional pabrik atau dapur produksi Anda, yaitu Bill of Material (BOM).
Artikel ini akan mengajak Anda mengenal lebih jauh pengertian Bill of Material (BOM), manfaatnya, hingga panduan praktis cara membuatnya agar proses produksi bisnis Anda berjalan efisien dan otomatis.
Baca Juga : Harga Accurate Offline
Apa Itu Bill of Material (BOM)?
Secara sederhana, Bill of Material (BOM) adalah sebuah daftar komprehensif yang berisi seluruh bahan baku, komponen, sub-komponen, rakitan, hingga kuantitas spesifik dari masing-masing bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk jadi.
Jika dianalogikan dalam dunia kuliner, BOM adalah selembar kertas resep masakan. Resep tersebut tidak hanya menuliskan nama bahannya (misalnya: tepung, telur, gula), tetapi juga takaran pastinya (misalnya: 500 gram tepung, 2 butir telur) agar rasa kue yang dihasilkan selalu konsisten dan biayanya bisa dihitung dengan akurat.
Dalam industri manufaktur berskala besar, BOM juga mencakup instruksi langkah demi langkah proses perakitan (routing) serta perkakas khusus yang digunakan selama lini produksi berjalan.
Manfaat Penting BOM bagi Operasional Bisnis
Membuat dokumen BOM yang detail memberikan banyak keuntungan strategis bagi pemilik usaha atau UMKM, antara lain:
-
Menghitung HPP dengan Akurat: Dengan mengetahui harga setiap gram atau mililiter bahan yang masuk ke dalam BOM, Anda bisa menentukan harga pokok produksi per unit secara presisi, sehingga penentuan harga jual menjadi lebih aman dan menguntungkan.
-
Mencegah Kekurangan Bahan Baku: BOM membantu tim gudang melakukan Material Requirements Planning (MRP) atau perencanaan kebutuhan bahan, sehingga Anda tahu kapan harus memesan bahan baku ke supplier sebelum stoknya habis.
-
Menjaga Konsistensi Kualitas Produk: Siapa pun karyawan yang bertugas di bagian produksi, produk yang dihasilkan akan memiliki standar kualitas dan dimensi yang sama karena mereka mengikuti takaran BOM yang seragam.
-
Meminimalkan Sisa Bahan (Waste Management): Menghindari pembengkakan biaya akibat pemakaian bahan baku yang berlebihan atau tidak terukur di lapangan.
Baca juga: Harga Accurate offline
Jenis-Jenis Bill of Material (BOM)
Tergantung pada kebutuhan divisi di dalam perusahaan, BOM umumnya dibagi menjadi dua jenis utama:
-
Engineering Bill of Material (EBOM): Daftar komponen yang dirancang oleh tim desainer atau insinyur saat produk pertama kali dikembangkan. EBOM fokus pada detail visual dan struktur teknis produk.
-
Manufacturing Bill of Material (MBOM): Daftar bahan baku dan proses nyata yang digunakan di lantai produksi untuk merakit produk fisik. MBOM inilah yang digunakan oleh tim logistik, bagian pembelian (purchasing), dan operator pabrik.
Baca juga: Accurate Makassar
Cara Membuat Bill of Material (BOM) yang Tepat
Agar BOM yang Anda susun efektif dan mudah diterapkan oleh tim di lapangan, ikuti langkah-langkah terstruktur di bawah ini:
1. Tentukan Produk Jadi yang Akan Diproduksi
Identifikasi secara jelas produk akhir apa yang ingin dibuat. Berikan nama produk dan nomor seri khusus (Stock Keeping Unit / SKU) untuk menghindari kekeliruan dengan varian produk lain.
Baca juga: Accurate Kalimantan
2. Inventarisir Seluruh Bahan Baku dan Komponen
Catat semua bahan yang digunakan tanpa ada yang terlewat. Mulai dari bahan utama, bahan penolong, hingga kemasan akhir (packaging seperti kardus, plastik pembungkus, atau stiker label).
3. Tentukan Satuan Ukur yang Konsisten
Gunakan satuan ukuran yang jelas dan baku di setiap baris komponen, misalnya gram (g), kilogram (kg), liter (L), mililiter (ml), atau pcs (satuan). Pastikan satuan di BOM selaras dengan satuan stok yang dicatat oleh tim gudang.
Baca juga: Accurate Manado
4. Masukkan Jumlah Kuantitas yang Presisi
Tuliskan berapa banyak jumlah kuantitas bahan yang dibutuhkan untuk membuat 1 unit produk jadi. Jika dalam proses produksi ada estimasi penyusutan bahan (misal: penguapan air atau sisa potongan besi), masukkan persentase toleransi kehilangan tersebut ke dalam perhitungan kuantitas.
5. Manfaatkan Software Akuntansi dan Manufaktur
Menyusun puluhan BOM varian produk secara manual di atas kertas atau spreadsheet excel sangat rawan terhadap kesalahan input (human error) dan sulit diperbarui jika harga bahan baku naik.
Solusi terbaik adalah menggunakan software akuntansi modern seperti Accurate Online. Melalui fitur Manufaktur Accurate Online, Anda cukup menginput formula BOM sekali saja. Setelah itu, setiap kali Anda membuat perintah kerja produksi, sistem akan otomatis memotong stok bahan baku di gudang dan menjurnal HPP produk jadi secara otomatis dan real-time.
Baca juga: Accurate Batam
Kesimpulan
Memahami secara mendalam mengenai Bill of Material (BOM) dan cara membuatnya secara disiplin adalah fondasi utama bagi bisnis apa pun yang ingin naik kelas menjadi lebih profesional dan efisien. Dengan pengelolaan BOM yang rapi—terutama jika dibantu oleh otomatisasi sistem digital—Anda dapat mengontrol kebocoran biaya produksi, menjaga kestabilan kualitas produk, dan memaksimalkan profit keuntungan UMKM Anda.
Baca juga:





Leave A Comment