Dalam mengelola keuangan sebuah bisnis atau industri manufaktur, salah satu komponen pengeluaran terbesar dan paling rutin adalah biaya tenaga kerja. Pengelolaan komponen ini tidak boleh dilakukan sembarangan, karena kesalahan sekecil apa pun dalam perhitungan gaji atau pencatatan jurnal bisa menyebabkan laporan keuangan perusahaan menjadi tidak akurat (misstated).

Bagi Anda pemilik UMKM, akuntan, atau pelaku bisnis ritel, memahami bagaimana struktur biaya ini bekerja serta bagaimana cara menjurnalnya adalah keahlian yang mutlak diperlukan.

Mari kita bahas secara tuntas mengenai pengertian biaya tenaga kerja, cara perhitungan gaji, hingga contoh penjurnalannya dalam akuntansi.

Baca juga: Harga Accurate Desktop

Pengertian Biaya Tenaga Kerja

Dalam dunia akuntansi, biaya tenaga kerja (BTK) adalah semua pengeluaran atau kompensasi finansial yang diberikan oleh perusahaan kepada seluruh karyawan yang terlibat dalam operasional bisnis.

Biaya ini tidak hanya sebatas gaji pokok saja, melainkan mencakup:

  • Tunjangan tetap dan tidak tetap (tunjangan makan, transportasi, kesehatan).

  • Upah lembur (overtime).

  • Bonus penampilan atau insentif penjualan.

  • Kontribusi jaminan sosial (seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang ditanggung perusahaan).

  • Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21) jika ditanggung oleh perusahaan.

Secara umum, dalam bisnis manufaktur atau produksi, biaya ini dibagi menjadi dua:

  1. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL): Gaji untuk karyawan yang terjun langsung mengubah bahan baku menjadi produk jadi (contoh: buruh pabrik, koki restoran).

  2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (BTKTL): Gaji untuk karyawan pendukung yang tidak bersentuhan langsung dengan produk (contoh: staf administrasi, satpam gudang, tim HRD).

Baca juga: Accurate vs Zahir siapa lebih baik? 

Tahapan Perhitungan Gaji Karyawan

Sebelum membuat jurnal akuntansi, tim payroll atau keuangan harus melakukan perhitungan total gaji kotor hingga gaji bersih yang siap ditransfer ke karyawan (take home pay).

Secara sederhana, rumusnya adalah:

$$\text{Gaji Bersih} = (\text{Gaji Pokok} + \text{Tunjangan} + \text{Lembur}) – (\text{Potongan BPJS} + \text{Potongan PPh 21} + \text{Potongan Lainnya})$$

Contoh dan Cara Penjurnalan Biaya Tenaga Kerja

Baca juga: Penjualan Resmi Accurate Medan

Mari kita simulasikan kasus sederhana agar Anda lebih mudah memahaminya.

Studi Kasus:

PT Maju Bersama memiliki total biaya gaji kotor karyawan untuk bulan ini sebesar Rp50.000.000. Dari jumlah tersebut, perusahaan memotong PPh 21 karyawan sebesar Rp1.500.000 dan potongan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp1.000.000. Sisa gaji bersih ditransfer melalui bank.

Pencatatan akuntansinya dilakukan dalam dua tahap:

1. Jurnal Saat Pengakuan Utang Gaji (Akhir Bulan)

Ketika bulan berakhir, perusahaan wajib mengakui adanya biaya dan utang gaji terlebih dahulu sebelum uang kas benar-benar ditransfer out.

Akun / Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp)
Beban Gaji dan Upah 50.000.000
Utang PPh 21 1.500.000
Utang BPJS Ketenagakerjaan 1.000.000
Utang Gaji Karyawan 47.500.000

2. Jurnal Saat Pembayaran Gaji (Hari Pembayaran / Payroll)

Saat uang kas/bank perusahaan keluar untuk membayar karyawan, utang gaji di atas akan dihapus.

Akun / Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp)
Utang Gaji Karyawan 47.500.000
Kas / Bank 47.500.000

Catat Biaya Tenaga Kerja dan Jurnal Otomatis dengan Accurate Online

Membuat jurnal akuntansi secara manual menggunakan buku besar atau lembar spreadsheet satu per satu tentu sangat melelahkan dan rentan terselip angka, apalagi jika jumlah karyawan Anda terus bertambah.

Solusi terbaik untuk memangkas waktu kerja Anda adalah dengan menggunakan software akuntansi inovatif, Accurate Online.

Sebagai Partner Resmi Accurate Online, kami merekomendasikan software ini karena memiliki sistem pencatatan biaya dan jurnal yang sepenuhnya otomatis. Keuntungan yang akan Anda dapatkan antara lain:

  • Otomatisasi Jurnal: Cukup masukkan nominal penggajian di fitur payroll, maka sistem Accurate Online akan menjurnal akun Beban Gaji, Utang Pajak, hingga Kas/Bank secara otomatis ke laporan keuangan.

  • Laporan Keuangan Real-Time: Biaya operasional langsung memotong laba-rugi secara akurat detik itu juga.

  • Minim Mutasi Manual: Menghindari salah ketik (human error) dalam angka debit dan kredit yang sering membuat laporan neraca tidak seimbang (balance).

Jangan biarkan waktu berharga Anda habis hanya untuk mengurusi jurnal akuntansi manual setiap akhir bulan. Saatnya beralih ke efisiensi digital bersama kami.

Mau coba pakai Accurate Online secara Gratis selama 30 hari? Silakan hubungi kami via WhatsApp melalui [Link WhatsApp Store Resmi disini] atau kunjungi beranda kami di Partner Resmi Accurate Online untuk info paket promo menarik lainnya.