Pengertian dan Tujuan Dari Sistem Akuntansi Perpajakan. Sistem Akuntansi perpajakan merupakan salah satu cabang ilmu akuntansi. Pengertian akuntansi perpajakan sendiri adalah pencatatan dan penyusunan laporan semua transaksi keuangan untuk mengetahui besarnya pajak yang harus dibayar Wajib Pajak (WP). Harga
BaaAcurate
Sebenarnya dunia perpajakan tidak mengenal istilah akuntansi. Istilah yang ada hanya pencatatan dan pembukuan saja. Namun memasuki era perpajakan modern, sistem akuntansi sangat dibutuhkan.
Sistem akuntansi perpajakan adalah bagian dari akuntansi yang khusus menangani pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan untuk menentukan besarnya kewajiban pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia [1, 2].
Sederhananya, jika akuntansi komersial bertujuan untuk melihat laba bersih, akuntansi perpajakan bertujuan untuk menghitung penghasilan kena pajak [1].
Baca juga: Harga Accurate Offline
Tujuan Utama Sistem Akuntansi Perpajakan
Kepatuhan Hukum (Compliance): Memastikan perusahaan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai aturan agar terhindar dari sanksi administrasi atau denda dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) [1].
Perhitungan Pajak yang Akurat: Menghitung jumlah pajak terutang (seperti PPh dan PPN) secara presisi berdasarkan data keuangan yang valid [2].
Dasar Perencanaan Pajak (Tax Planning): Menyediakan data untuk menyusun strategi efisiensi pajak tanpa melanggar aturan (legal), sehingga beban pajak perusahaan tidak terlalu memberatkan [2].
Alat Analisis Data Keuangan: Memberikan gambaran kepada manajemen mengenai dampak pajak terhadap arus kas dan profitabilitas bisnis di masa depan [1].
Dokumentasi Audit: Menyajikan laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan jika sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan pajak oleh pihak berwenang [1, 2].
Baca juga: Accurate Offline
Hubungannya dengan Accurate Online
Dalam Accurate Online, sistem akuntansi perpajakan sudah terintegrasi secara otomatis. Setiap transaksi yang Anda masukkan akan langsung dikategorikan ke dalam laporan pajak, sehingga Anda tidak perlu melakukan perhitungan manual untuk mengetahui nilai pajak yang harus dibayar
Baca juga: Harga Accurate Online
- Accurate Tarakan
- Accurate Palangkaraya
- Accurate Bontang
- Accurate Kutai
- Accurate Banjarmasin
- Accurate kendari
Pengertian dan Tujuan Dari Sistem Akuntansi Perpajakan
Secara garis besar, sistem akuntansi dan sistem akuntansi perpajakan menggunakan cara kerja yang sama. Hanya saja, dalam akuntansi yang dihasilkan adalah laporan keuangan, sementara untuk akuntansi perpajakan yang dihasilkan adalah laporan pajak.
Contoh Perhitungan Akuntansi Perpajakan
Baca juga: Harga Accurate Offline
Setelah memahami konsep dasar seputar akuntansi perpajakan, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mempelajari cara menghitungnya.
Untuk melakukan perhitungan atas jumlah pajak yang perlu dibayarkan, ada beberapa variabel yang wajib dilengkapi
Jika ingin menghitung jumlah pajak terutang, perlu diketahui besaran setoran pajak penghasilan karyawan, penghasilan kena pajak, serta jumlah wajib pajak.
Baca juga: Accurate Bali
Berikut adalah rumus untuk menghitung jumlah pajak terutang :
PKP x 25% = PPh Badan
PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = Pajak Terutang
Untuk memudahkan pemahaman mengenai penerapan rumus tersebut, berikut gambaran perhitungan yang bisa dipelajari.
Contoh Kasus
PT AAA mendapat penghasilan kotor sebesar Rp100.000.000.000. Kemudian diketahui jumlah PPh sebesar Rp5.000.000.000, PPh Pasal 23 sebesar 3 miliar, serta pengeluaran sebesar Rp40.000.000.000. Cara untuk mengetahui besaran jumlah PKP perusahaan adalah dengan mengikuti rumus berikut ini.
Baca Juga: Accurate Online
Penghasilan Kotor – Pengeluaran = PKP Perusahaan
= Rp100.000.000.000 – Rp40.000.000.000
= Rp60 miliar.
Jadi, cara perhitungan pajak terutang PT AAA adalah sebagai berikut :
= Rp60.000.000.000 x 25%
= Rp15.000.000.000
Sehingga total pajak yang harus dibayarkan PT AAA
= Rp15.000.000.000 – Rp5.000.000.000 – Rp3.000.000.000
= Rp7.000.000.000
Baca juga: Accurate Balikpapan
Contoh perhitungan tersebut merupakan gambaran umum mengenai sistem akuntansi dalam perhitungan pajak terutang.
Proses perhitungan pajak memang cukup rumit dan memusingkan. Namun seiring perkembangan zaman, wajib pajak saat ini sudah bisa melakukan perhitungan pajak menggunakan aplikasi kalkulator pajak secara online.
Sebagian sumber artikel diambil dari klikpajak.id
Sistem perhitungan dalam akuntansi perpajakan menjadi hal yang penting terutama dibidang perpajakan Indonesia. Hal ini berlaku semenjak ditetapkannya self assessment sehingga para fiskus atau petugas pajak, hingga tujuan di bidang akademis memerlukan akutansi perpajakan ini.
Baca juga: Accurate Lombok
Kebijakan yang ditetapkan dalam self assessment ini mewajibkan individualisme maupun badan usaha yang wajib pejak untuk menghitung dan membayar pajak mereka. Perhitungan ini sebenarnya terjadi akibat prinsip dasar dari pajak yang telah ditetapkan di dalam undang-undang negara.
Sedangkan masalah perhitungan yang terjadi dalam akuntansi tetap bersifat netral tanpa adanya kepemihakan terhadap apapun. Akuntansi hanya bersifat untuk menegtahui jumlah perhitungan laba maupun rugi secara kormesial.
Dimana umumnya akuntansi bertujuan untuk mengetahui laba rugi (komersial), namun prinsip dasarnya tetap bersifat netral (tidak memihak) terhadap produk-produk yang dihasilkan akuntansi. Untuk itu, berikut tujuan sistem akuntansi perpajakan :
Baca Juga: Software Accurate
1. Perlindungan Terhadap Hak Negara
Tujuan akuntansi perpajakan yang pertama di dasari pada bagian fiskus dan juga negara yang menerima hak pajak tersebut. Tentunya, sebuah negara memiliki hak untuk bisa mendapatkan informasi mengenai kemampuan sebuah perusahaan yang berdiri dinegara tersebut.
Tidak hanya untuk kepentingan negara saja, pembayar pajak atau yang dinamai wajib pajak juga akan mendapatkan perhitungan yang tepat sehingga bis amemenuhinya dengan mudah. Perhitungan ini nantinya akan mengensampingkan estimasi atau perkiraan dan memberikan gambaran pasti.
Baca juga: Harga Accurate pos
2. Penyusunan Stratgi Serta Perencanaan Pajak
Fungsi lainnya yang bisa didapatkan adalah untuk memastikan strategi maupun pola perencanaan yang tepat agar bisa memenuhi akomodasi pembayaran pajak. Hal ini pasti memberikan dampak besar bagi sebuah badan usaha.
Karena, nantinya mereka bisa menghitung bagaimana kemampuan dari perekonomian usaha tersebut untuk bisa melunasi akomodasi beban pajak miliknya. Jadi, pengelola badan usaha tersebut bisa mengetahui bagian mana saja yang bis ameringankan beban pajak serta jumlah wajib pajak yang harus dibayarkan.
Baca Juga: Program Accurate
3. Memberikan Analisa dan Prediksi Tentang Potensi Pajak Berikutnya
Keuntungan yang didapatkan oleh wajib pajak adalah analisa dan potensi besaran pajak yang akan mereka bayarkan di masa yang akan datang. Hal ini tentunya memudahkan lembaga wajib pajak untuk mengalokasikan sumber dana untuk akomodasi pembayaran pajak tersebut nantinya.
Gambaran yang diberikan dalam analisa akuntansi perpajakan akan memberikan dampak terbaik untuk mempersiapkan pembayaran pajak ini. Tentunya, dibutuhkan keseimbangan antara 2 prinsip, yakni : konservatif dan konsistensi agar gambaran alokasi pajak masa depan menjadi lebih akurat.
4. Penerapan Proses Akuntansi
Penerapan proses akuntansi ini meliputi : pencatatan, pengakuan dan perhitungan terhadap pajak yang dimiliki. Untuk sebuah badan usaha maupun perusahaan, dilakukan penyajian data dalam sebuah bentuk laporan baik secara fisikal maupun secara komersial.
Baca juga: Aplikasi Accurate
5. Mengembalikan Kesadaran Pembayaran Pajak
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu tugas serta fungsi dari akuntansi pajak adalah untuk mengembalikan sikap wajib pajak. Karena hasil gambaran pajak yang diproses melalui perhitungan akutansi ini lebih akurat, jadi para wajib pajak akan lebih sadar untuk membayarkan kewajiban mereka.
Tidak hanya memberikan gambaran tentang seberapa banyak akomodasi yang harus dibayarkan dalam beban pajak, ini juga memberikan rasa nyaman bagi peserta wajib pajak. Kenapa? karena perhitungan akan dilakukan secara adil, pasti serta transparan. jadi, tidak akan ada yang merasa dirugikan apalagi ditipu.
Baca juga: Accurate POS
6. Proses Evaluasi
Laporan akutansi akan selalu diarsipkan alias disimpan sebagai salh satu jenis dokumen penting pembanding. Informasi inilah yang nantinya dibutuhkan untuk bisa memberikan perbandingan terhadap periode satu dan periode lainnya.
Demikianlah 6 fungsi utama dari akuntansi pajak yang telah kami jabarkan di atas.
Baca juga: Accurate Semarang
Teknologi Berubah, Pola Bisnis Berubah
Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan dalam bisnis meningkat dan alur dalam pengelolaan bisnis banyak berubah menjadi lebih cepat. Namun terkadang, perubahan ini tidak diimbangi dengan perubahan pada alur kerja yang lebih cepat dan efisien.
Pada akhirnya banyak waktu terbuang karena masih melakukan semua proses bisnis dengan cara manual, termasuk pada proses pembukuan.
Dengan Accurate Online kini Anda bisa melakukan pembukuan bisnis dimana saja dan kapan saja. Dengan fitur terbaik dan terlengkap, Accurate Online memudahkan pengembangan bisnis secara berkelanjutan lewat solusi pengelolaan pembukuan terbaik.
Anda bisa merasakan mudahnya mengelola pembukuan bisnis Anda dengan Accurate Online secara Gratis selama 30 hari melalui link ini.
Baca Juga:





Leave A Comment