Berikut Ini Metode Penetapan Harga Produk untuk Bisnis Anda. Menentukan harga jual sebuah produk bukanlah perkara yang mudah. Jika Anda memasang harga yang terlalu tinggi, produk Anda berisiko sepi peminat karena kalah bersaing dengan kompetitor. Sebaliknya, jika Anda memasang harga yang terlalu rendah, Anda mungkin bisa menjual banyak barang, tetapi margin keuntungan yang didapat tidak cukup untuk menutup biaya operasional bisnis (alias boncos).
Baca juga: Accurate Medan
Berikut Ini Metode Penetapan Harga Produk untuk Bisnis Anda
Penetapan harga yang tepat membutuhkan perhitungan yang matang, bukan sekadar menggunakan insting atau tebak-tebakan. Anda harus memahami struktur biaya internal sekaligus kondisi psikologis pasar.
Yuk, pelajari beberapa metode penetapan harga produk yang paling umum dan efektif digunakan dalam dunia bisnis berikut ini!
Baca Juga: 5 Rahasia umkm lokal bisa tembus pasar internasional tahun ini
Berbagai Metode Penetapan Harga Produk yang Populer
Secara umum, ada beberapa pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk menentukan nominal harga jual yang pas untuk produk Anda:
1. Cost-Plus Pricing (Penetapan Harga Berbasis Biaya)
Ini adalah metode yang paling sederhana dan paling banyak digunakan oleh pelaku UMKM. Caranya adalah dengan menghitung total biaya produksi atau modal awal per produk, lalu menambahkan persentase markup sebagai keuntungan yang diinginkan.
-
Rumus: Harga Jual = Biaya Total + (Persentase Keuntungan x Biaya Total)
-
Contoh: Modal membuat satu baju adalah Rp50.000, dan Anda ingin untung 40%. Maka harga jualnya adalah Rp50.000 + Rp20.000 = Rp70.000.
Baca juga: Tren bisnis 2026 apa saja yang bakal cuan untuk pelaku umkm
2. Competition-Based Pricing (Penetapan Harga Berbasis Kompetitor)
Metode ini berfokus pada harga yang dipasang oleh pesaing di pasar yang sama. Anda memiliki tiga pilihan: memasang harga yang persis sama dengan kompetitor, memasang harga sedikit lebih tinggi (dengan menawarkan kualitas atau layanan ekstra), atau memasang harga lebih rendah untuk menarik perhatian pembeli sensitif harga.
3. Value-Based Pricing (Penetapan Harga Berbasis Nilai)
Berbeda dengan berbasis biaya, metode ini menentukan harga berdasarkan nilai atau persepsi manfaat yang dirasakan oleh konsumen terhadap produk Anda. Strategi ini sering digunakan oleh produk bermerek (branded), unik, atau barang mewah. Meskipun biaya produksinya rendah, harganya bisa sangat tinggi karena faktor gengsi, keunikan, atau kualitas yang dipersepsikan tinggi.
Baca juga: Harga Accurate Desktop Offline
4. Penetration Pricing (Harga Penetrasi Pasar)
Strategi ini biasanya digunakan saat sebuah bisnis meluncurkan produk baru di pasar yang sudah padat. Caranya adalah dengan memasang harga yang sangat murah di awal untuk menarik perhatian konsumen dan merebut pangsa pasar dari kompetitor. Setelah produk mulai dikenal luas dan memiliki pelanggan setia, barulah harganya dinaikkan secara bertahap.
5. Skimming Pricing (Harga Meluncur)
Kebalikan dari penetrasi, metode ini menetapkan harga yang sangat tinggi di awal peluncuran produk (biasanya karena produk tersebut memiliki teknologi baru atau tren tinggi yang belum ada pesaingnya), kemudian harganya diturunkan secara bertahap seiring berjalannya waktu dan munculnya kompetitor. Metode ini sangat umum ditemukan pada industri gadget dan elektronik.
Baca juga: Mengapa umkm wajib memiliki laporan keuangan yang rapi untuk mengajukan kredit bank?
Eksekusi Strategi Harga Jadi Lebih Mudah dengan Accurate Online
Apa pun metode penetapan harga produk yang Anda pilih, Anda membutuhkan data keuangan yang akurat untuk mendukung keputusan tersebut. Di sinilah pentingnya menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi bisnis Anda.
Accurate Online mempermudah eksekusi strategi harga Anda melalui fitur-fitur andalannya:
-
Perhitungan HPP Otomatis: Untuk menggunakan metode Cost-Plus Pricing, Anda harus tahu persis berapa Harga Pokok Penjualan (HPP) produk Anda. Accurate Online menghitung HPP secara real-time berdasarkan fluktuasi biaya pembelian dari supplier, sehingga Anda tidak akan salah hitung margin.
-
Fitur Tingkatan Harga Jual: Jika Anda ingin membedakan harga berdasarkan tipe pelanggan (misalnya memberikan harga lebih murah untuk distributor grosir daripada eceran), Accurate Online menyediakan fitur tingkatan harga otomatis yang sangat praktis.
-
Pantau Margin Keuntungan Instan: Anda bisa langsung melihat laporan laba rugi per barang atau per kategori untuk mengevaluasi apakah strategi harga yang Anda terapkan sudah menghasilkan profit yang sehat atau belum.
Kelola Strategi Harga & Pembukuan Bisnis Anda Lebih Akurat!
Jangan biarkan kesalahan dalam menentukan harga menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Pastikan setiap keputusan harga didasarkan pada data keuangan yang valid dan kelola operasional penjualan Anda secara otomatis bersama Accurate Online.
Sebagai Partner Resmi Accurate Online, Aplikasiumkm.com siap membantu bisnis Anda beralih ke pembukuan digital yang modern, aman, dan tepercaya dengan penawaran harga spesial dan pelayanan terbaik.
Coba Accurate Online Gratis 30 Hari atau Konsultasikan Kebutuhan Bisnis Anda di Sini

Baca juga:
- Wilayah Kalimantan: Samarinda, Balikpapan, Tarakan. Bontang, Pontianak, Palangkaraya
- wilayah Sulawesi: Manado, Makassar, Palu, Kendari, Papua




Leave A Comment