Melakukan ekspansi dengan membuka cabang baru di berbagai kota merupakan salah satu pencapaian besar dalam perkembangan sebuah bisnis. Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan manajemen yang baru. Pemilik usaha harus bisa memantau performa penjualan, stok barang, hingga biaya operasional di setiap cabang secara terpisah agar evaluasi kinerjanya menjadi adil dan akurat.

Jika Anda menggunakan pencatatan manual, mengonsolidasikan laporan keuangan dari banyak cabang akan memakan waktu berminggu-minggu. Beruntung, sebagai software akuntansi berbasis cloud terbaik, Accurate Online memiliki solusi instan untuk masalah ini melalui fitur Multi-Branch (Multi-Cabang).

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan teknis mengenai cara aktifkan dan non aktifkan fitur multi branch di Accurate Online sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan Anda.

Baca juga: Kelebihan membeli Accurat Online di Partner Resmi vs Umum

Mengenal Fitur Multi-Branch Accurate Online

Fitur Multi-Branch dirancang agar satu database perusahaan Anda bisa memisahkan pencatatan transaksi berdasarkan lokasi atau divisi cabang yang berbeda. Hebatnya, meskipun pencatatan penjualan dan biaya operasionalnya terpisah per cabang, seluruh datanya akan otomatis terkonsolidasi ke laporan keuangan pusat secara real-time. Tim admin di cabang A tidak akan bisa melihat atau mengutak-atik data transaksi di cabang B jika Anda mengatur hak akses penggunanya secara ketat.

Cara Mengaktifkan Fitur Multi-Branch

Jika bisnis Anda baru saja membuka cabang baru dan ingin mulai memisahkan pembukuannya, ikuti langkah-langkah aktivasi berikut:

  1. Masuk ke database Accurate Online Anda melalui account.accurate.id.

  2. Buka menu Pengaturan (ikon roda gigi yang terletak di pojok kanan atas dasbor).

  3. Klik pada menu “Preferences” atau “Preferences/Persiapan Resmi”.

  4. Pilih opsi “Fitur” (terletak di kolom sebelah kiri).

  5. Cari bagian kelompok Perusahaan, lalu berikan tanda centang ($\checkmark$) pada kolom “Multi Cabang (Multi Branch)”.

  6. Klik tombol “Simpan” untuk menerapkan perubahan sistem.

  7. Setelah fitur aktif, Anda bisa mulai mendaftarkan nama-nama cabang Anda dengan masuk ke menu Perusahaan $\rightarrow$ Cabang, lalu isi nama cabang baru Anda (misal: Cabang Surabaya atau Cabang Kalimantan).

Baca juga: Accurate Desktop Offline

Cara Menonaktifkan Fitur Multi-Branch

Ada kalanya sebuah perusahaan memutuskan untuk menutup cabang tertentu atau mengubah strategi manajemen menjadi terpusat kembali, sehingga fitur ini tidak lagi diperlukan. Untuk menonaktifkannya, ikuti prosedur berikut:

Catatan Penting Sebelum Menonaktifkan: Sistem Accurate Online tidak akan mengizinkan Anda mematikan fitur ini jika masih ada data transaksi berjalan yang terikat dengan nama cabang tertentu. Pastikan Anda sudah mengubah atau menyesuaikan alokasi transaksi tersebut ke pusat sebelum menonaktifkannya.

  1. Akses kembali menu Pengaturan (ikon roda gigi) di pojok kanan atas.

  2. Pilih menu “Preferences”.

  3. Klik pada tab “Fitur”.

  4. Hilangkan tanda centang pada opsi “Multi Cabang (Multi Branch)”.

  5. Klik tombol “Simpan”. Sistem akan otomatis mengembalikan format penginputan transaksi menjadi satu kesatuan (terpusat).

Baca juga: Cara memilih Partner Resmi Accurate agar amanah terpercaya

Kelola Ekspansi Bisnis Anda dengan Sistem yang Andal

Menerapkan sistem multi-cabang yang rapi adalah kunci utama agar ekspansi bisnis Anda berjalan sukses tanpa memicu kebocoran keuangan internal. Dengan Accurate Online, kontrol manajemen multi-regional berada sepenuhnya di dalam genggaman Anda.

Sebagai Partner Resmi Accurate Online, kami di aplikasiumkm.com siap mendampingi operasional perusahaan dan UMKM Anda dalam mengonfigurasi fitur-fitur lanjutan seperti Multi-Branch ini. Mulai dari penyediaan lisensi resmi, aktivasi database yang amanah, hingga konsultasi implementasi alur kerja antar-cabang, tim kami berkomitmen memastikan sistem akuntansi digital Anda bekerja optimal mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Baca juga Artikel: 

  1. Penjualan Resmi Accurate Sumatra & Jawa: Medan, Palembang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, LombokPontianak, Tarakan, Palangkaraya,Bontang, Samarinda, Balikpapan, Makassar, Palu, Manado, Kendari